I Remember You ( Forbidden Love ) – Chapter 2


Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie
Main Cast :
– Cho Kyuhyun
Naomi Ninomuya ( OC )
– Nichkhun Buck Horvejkul
– Victoria Song
– Other Cast : All Member Super Junior
– Genre : Romance, Angst
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Lenght : 7667 Words
– Diclaimer : Cerita dan Plot milik author, para pemainnya milik Tuhan mereka masing”...
– Credit Poster @Yeonnia

Sebenarnya seperti apa itu cinta?
Aku bahkan masih tidak mengerti definisi dari kata cinta yang sebenarnya
Dan pada siapa sajakah cinta itu bisa datang??
Apakah cinta tidak akan pernah memandang usia, jabatan, kalangan dan bahkan status??
Apakah mungkin cinta itu juga kini sedang hinggap dalam hati seseorang yang sudah aku anggap sebagai saudara kandungku sendiri??
Tidak, aku tahu ini tidak boleh…
Meskipun dalam tubuh kami tidak mengalir darah yang sama
Tapi bagiku cinta ini cinta yang terlarang

“Boleh aku duduk di sini?” tanya seseorang pada Naomi yang sudah duduk di kursi pesawat saat akan pulang menuju Korea.

“……” Naomi tidak menjawab karena ia sedang menempelkan headset di telinganya dari iPodnya.

Helloooo….” orang itu menyibakkan lengannya di depan wajah Naomi.

Naomi pun menoleh dan betapa terkagumnya ia melihat siapa yang ada di depannya.

Yeppeoda….” Naomi terpesona melihat seorang wanita dengan tubuh tinggi, wajah cantik, kulit yang sangat putih dan halus serta rambut ikal kecoklatan yang terlihat sangat sehat dan terawat di hadapannya saat ini.

“Boleh aku duduk di sini?” ulang wanita itu sangat ramah sambil membuka Sunglassesnya.

“Ya..? Oh…tentu saja. Silahkan….” jawab Naomi mengambil bukunya yang ia taruh di kursi di sampingnya yang akan di tempati oleh wanita itu.

Wanita itu pun tersenyum dengan hangatnya pada Naomi.

Like an Angel…” batin Naomi tidak melepaskan pandangannya dari wanita itu.

“Victoria Song….” wanita itu mengulurkan tangannya memperkenalkan diri karena dia sadar Naomi terus menatapnya.

“Ah….I’m Naomi….Naomi Ninomuya” Naomi menjabat tangan Victoria dengan semangat.

“Tangannya halus sekali” gumam Naomi dalam bahasa Jepang dan membuat Victoria tidak mengerti.

“Ya…?” Victoria menautkan alisnya.

“Ah…tidak, aku tidak mengatakan apa-apa” jawab Naomi gelagapan.

Dan akhirnya selama perjalanan menuju Korea, Naomi banyak bercerita dengan Victoria. Mereka tertawa sendiri saat mengetahui kalau ternyata mereka berasal dari Negara yang sama yaitu Korea. Padahal sebelumnya mereka saling berbicara dalam bahasa Inggris.

“Haha….aku kira kau bukan orang Korea, kau lebih terlihat seperti ehmm…” ucap Victoria berfikir. “Seperti orang Jepang…” sambungnya.

“Hahaha..eonni, tapi aku juga memang keturunan Jepang, appaku asli orang Jepang”

“Ah…cheongmal? Hahaha…aku jadi merasa bodoh sendiri, hihi…..” Victoria terkekeh menampakkan barisan giginya yang putih dan rapi.

“Oh ya eonni, maaf sebelumnya. Kalau aku boleh tahu, di usiamu yang sekarang kenapa kau belum menikah? Kau tidak takut jadi perawan tua?? Hehehe…” goda Naomi seperti sudah sangat akrab dengan Victoria.

“Ehmm…kenapa yah??? Aku juga sebenarnya tidak tahu, tapi entahlah aku merasa belum ada fikiran ke sana saja. Aku sedang menikmati karirku sekarang. Lagipula aku sangat hati-hati memilih pria yang akan menjadi pasanganku. Terakhir aku pacaran dengan seseorang 9 tahun yang lalu, usianya terpaut 3 tahun di bawahku, saat itu aku masih menjadi seorang model sebelum menjadi seorang artis seperti sekarang”

Cheongmalia??? Wow..berarti itu sudah lama sekali yah dan berarti usia kekasihmu itu sama denganku?”

“Mantan kekasih bukan kekasih” Victoria meluruskan.

“Ah,,iya maksudku mantan kekasihmu, hehe…”

“Yah..usianya sekarang mungkin sama denganmu”

“Hmm…kalau aku, usiaku sudah 24 tahun, tapi aku belum pernah merasakan jatuh cinta pada siapapun dan aku juga belum pernah punya kekasih” Naomi menyenderkan punggungya pada kursi pesawat dan memajukan bibirnya.

“Aku sarankan lebih baik kau siapkan mentalmu dulu sebelum kau merasakan apa itu cinta jika memang kau tidak ingin terluka”

“Lho, memangnya kenapa? Apakah cinta itu menyakitkan?” tanya Naomi bingung.

“Tergantung…” jawab Victoria singkat dan ikut menyenderkan juga punggungnya ke kursi.

Naomi benar-benar tidak mengerti ucapan Victoria barusan, ia bermain dengan pikirannya sendiri, mencoba untuk mencerna apa arti dari kata-kata Victoria barusan. Saat ia akan bertanya, namun ia melihat Victoria sudah memejamkan matanya, mungkin ingin istirahat.

“Nanti juga kau akan merasakannya sendiri” jawab Victoria masih terpejam.

Naomi terkejut, apakah Victoria tahu apa yang ada di pikirannya? Namun dia tidak mau terlalu memikirkannya dan akhirnya Naomi pun ikut memejamkan matanya untuk istirahat.

Korea – September 2012

“Eonni…kau yakin kau tidak mau aku kenalkan dulu pada oppaku?” tanya Naomi saat ia dan Victoria turun dari pesawat.”Dia sangat tampan lho” ucap Naomi bangga.

“Lain kali saja yah, sekarang aku harus cepat-cepat ke lokasi syuting, aku sudah di jemput Managerku, eoh?” Victoria mengusap lembut rambut Naomi.”Kalau takdir mengijinkan, kita pasti akan di pertemukan lagi, Ok?” senyum Victoria mengembang.

“Hmm..baiklah kalau begitu, tapi aku harap bisa bertemu denganmu lagi” Naomi membalas senyuman Victoria.

“Yah aku harap juga begitu. Baiklah, aku pergi. Bye….

Bye Eonni...Sukses untuk karirmu” teriak Naomi karena Victoria sudah semakin menjauh.

Ok thanks….” Victoria melambai dan mengambil arah yang berbeda dengan Naomi.

Setelah Victoria pergi, Naomi mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sangat ia rindukan kasih sayangnya. Namun keningnya di kerutkan, bibirnya ia majukan saat sadar sosok itu belum juga menampakkan wujudnya di sana. Ia melirik jam tangannya. “Semenjak kau jadi artist kau sering terlambat setiap kali menjemputku, awas kau” Naomi menggerutu sendiri.

Dan tidak lama kemudian sosok itu muncul dari kejauhan, ia melambaikan tangannya ke arah Naomi. Dan Naomi langsung berlari ke arah sosok itu.

“Nichkhun oppaaaaa…..Miss you so much” Naomi memeluk erat oppa kesayangannya itu dengan erat seolah rasa kesalnya beberapa menit lalu hilang begitu saja karena rasa rindunya yang lebih besar.

Miss you too..mwuah…” Nichkhun mengecup singkat bibir Naomi dan itu adalah tradisi di keluarga Naomi. “Sorry i’m late…” sambung Nichkhun melirik jam tangannya.

“Benar, kau tahu? Kau terlambat 10 MENIT?” Naomi mendekatkan jam tangannya ke mata Nichkhun.

“Yayaya…arasso…arasso. Baiklah ayo kita pulang, eomma dan appa sudah menunggumu di rumah” Nichkhun mengambil koper-koper yang di bawa Naomi.

“Ehm…aku sudah sangat merindukan mereka, kajja...” ucap Naomi dengan semangatnya.

***

“Oh ya bagaimana perjalananmu tadi di pesawat sayang?” tanya Ayah Naomi dalam bahasa Jepang saat mereka sedang makan malam bersama.

“Menyenangkan, karena tadi aku duduk dengan seorang bidadari” jawab Naomi semangat dengan mulut yang penuh dengan makanannya.

“Bidadari?” tanya Ibu Naomi bingung.

“Ehm….tadi aku duduk dengan artist terkenal di Korea” sambungnya.

Dugu??” tanya Ayah dan Ibu Naomi serempak.

“Vic….Vic…” Naomi mencoba mengingat dengan jelas nama Victoria. “Victoria Song” sambungnya dengan cepat.

“Maaf aku terlambat” ucap Nichkhun tiba-tiba karena tadi dia menjawab telefon dulu di kamarnya sebelum makan.

“Oh ya tadinya aku akan mengenalkan dia pada oppa, tapi sayang tadi dia harus cepat-cepat pergi” ucap Naomi menyesal.

“Uhuk..uhuk….” mendengar ucapan adiknya barusan, Nichkhun tiba-tiba tersedak saat minum air putih di gelasnya.

Opaa waegurae??” Naomi mengusap pelan punggung oppanya itu.

Anhi….gwaenchana” jawab Nichkhun menyeka mulutnya.

“Maaf sepertinya aku masih kenyang, aku makannya nanti saja. Sekarang aku mau ke kamar dulu. Permisi” Nichkhun bangkit dari tempat duduknya dan membungkuk untuk pamit.

“Ada apa dengan oppamu, Nao??” tanya Ibu Naomi bingung.

“Entahlah aku juga tidak tahu” Naomi mengangkat pundaknya.

Tok..Tok….Tok…

Naomi mengetuk pintu kamar Nichkhun.

Oppa,,boleh aku masuk?” tanya Naomi dari balik pintu.

“Masuklah, pintunya tidak di kunci” jawab Nichkhun dari dalam.

Naomi membuka pintunya dan melangkah menuju Nichkhun yang sedang duduk di kasurnya sambil membaca buku dengan serius.

Oppa...apa kau marah padaku?” Naomi menatap mata Nichkhun dengan jarak yang cukup dekat.

Anhio….atas dasar apa aku harus marah padamu?” jawab Nichkhun membalas tatapan Naomi.

“Entahalah, aneh saja tadi kau tiba-tiba tersedak saat aku bilang ingin mengenalkanmu pada temanku” Naomi memalingkan wajahnya, memajukan bibirnya dan mengayunkan kedua kakinya.

Oppa tidak marah padamu, sungguh” jawab Nichkhun menutup bukunya dan mengacak rambut Naomi.

“Oppa hanya belum siap mncintai wanita lain selama kau masih sangat berarti bagiku, Nao” ucap Nichkhun dalam hatinya.

“Benar kau tidak marah?” Naomi mendekatkan lagi wajahnya ke hadapan Nichkhun.

“Ehm….” Nichkhun mengangguk dan tersenyum tipis.

“Baguslah…hehe” Naomi tersenyum riang.

“Oh ya oppa, aku punya ini” Naomi mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menunjukkannya pada NIchkhun.

Phone Strap?” tanya Nichkhun saat melihat yang di tunjukkan Naomi adalah sebuah gantungan HP.

“Ehm…yang ini untukmu dan yang ini untukku. Lihat aku juga menuliskan nama kita di sini” Naomi menunjukkan namanya dan nama Nichkhun yang tertera di Phone Strap itu.

“Kau pakai dengan namaku dan aku akan memakai dengan namamu, hihi….” Naomi memasangkan gantungan miliknya di ponselnya dan memasangkan gantungan milik Nichkhun di ponsel milik Nichkhun.

“Di pikir-pikir ini seperti yang di lakukan sepasang kekasih saja, hehehe…” Naomi terkekeh sendiri dengan tingkahnya.

“Yah..dan seandainya saja ini benar-benar akan menjadi kenyataan, aku pasti akan bahagia memilikimu, Nao”

“Oppa lihat. Bagaimana bagus, kan? Apa kau suka?” Naomi terlihat sangat antusias.

“Ehm….oppa sangat suka. Gomawo..

“Terima kasih, Nao. Kehadiranmu selalu membuatku selalu nyaman berada di dekatmu. Kau selalu melakukan hal yang semakin membuatku menyayangimu, jika begini bagaimana mungkin aku bisa tidak mencintaimu?”

“Baiklah oppa, aku mau kembali ke kamarku dulu. Tidur yang nyenyak yah dan sampai ketemu besok pagi. Mwuah…” Naomi mengecup singkat pipi kakak kesangannya itu. “Dan jaga baik-baik benda itu, awas kalau hilang” ancam Naomi menunjuk ke Phone Strap pemberiannya yang sudah menggantung di ponsel Nichkhun.

Nichkhun tidak menjawab, dia hanya tersenyum melihat tingkah adiknya yang sudah menghilang dari balik pintu.

“Nao, bagaimana mungkin aku menghilangkan benda pemberian dari orang yang sangat berarti dalam hidupku?” gumam Nichkhun sambil terus memandangi benda kecil itu dengan penuh arti.

Naomi keluar dari kamar Nichkhun dan kembali menuju kamarnya, namun sebelum ia sampai ke kamarnya, ia melihat Ayah dan Ibunya yang sedang menonton TV di ruang tengah.

Eomma, appa kalian belum tidur?” tanya Naomi menghampiri orang tuanya dan duduk di tengah-tengah mereka.

“Belum, kau sendiri dari mana?” tanya Ibunya membelai rambut putri semata wayangnya itu.

“Aku dari kamar oppa, habis memberikan sesuatu. Igo….” Naomi menunjukkan Phone Strapnya yang menggantung di ponselnya dengan antusias.

“Kenapa milikmu bertuliskan nama oppamu, bukan namamu?” tanya Ibu Naomi.

“Tidak apa-apa, ini supaya ikatan kami semakin kuat saja. Aku akan menjaga barang ini seperti aku akan menjaga oppaku dan oppa akan menjaga barang ini seperti dia selalu menjagaku dengan baik selama ini” Naomi memasukkan lagi ponselnya dan merebahkan tubuhnya di pangkuan Ibunya dengan manja.

“Ehm..eomma, sudah lama sekali aku tidak bermanja-manja seperti ini padamu. Aku merindukan hal ini, semenjak aku kuliah di Paris 4 tahun, aku jarang sekali bisa pulang ke sini. Sekarang, biarkan aku bermanja-manja padamu, eoh??” Naomi melingkarkan lengannya di pinggang Ibunya itu dan memeluknya erat.

“Kau benar sayang, eomma juga merindukan hal ini. Merindukan saat kau bermanja-manja pada eomma. Tidak terasa ternyata sekarang putri eomma ini sudah besar” Ibu Naomi mengusap-ngusap lembut rambut putrinya dengan penuh kasih sayang.

“……” Naomi tidak menjawab, karena ternyata dia sudah tertidur lelap di pangkuan eommanya.

“Dasar anak ini, masih belum berubah. Setiap kali tidur di pangkuan eommanya, hanya dalam beberapa detik saja sudah bisa tertidur lelap seperti itu” ucap Ayah Naomi menggeleng mengenal jelas kebiasaan putrinya.

“Mungkin dia kelelahan karena sudah melakukan perjalanan dari Paris” jawab Ibu Naomi tersenyum dan masih terus mengusap rambut Naomi.

“Sini biar aku gendong dia ke kamarnya”

“Jangan…tunggu beberapa menit lagi, nanti dia terbangun. Lagipula aku masih ingin terus membelainya seperti ini”

“Hah..baiklah.” jawab Ayah Naomi menurut.”Tidak terasa ternyata anak-anak kita sudah dewasa dan itu berarti usia kita semakin menua. Kelak mereka akan menemukan pendamping mereka masing-masing. Semoga Tuhan mengijinkan kita untuk bisa menyaksikan hari bahagia mereka nanti, di saat mereka sudah menemukan pendamping yang baik untuk mereka” sambung Ayah Naomi menyenderkan punggungnya ke sofa dan membayangkan apa yang di ucapkannya.

“Ehm…suamiku kau benar, semoga saja kita bisa menemani mereka sampai mereka tua” harap Ibu Naomi.

“Yah..semoga saja”

“Oh ya suamiku, aku punya rencana” ucap Ibu Naomi tiba-tiba.

“Rencana apa?” tanya Ayah Naomi menoleh dan menatap istrinya.

***

Karena dua minggu lagi Naomi berulang tahun, hari ini Nichkhun memutuskan untuk mencari hadiah untuk adik angkat kesayangannya itu. Selesai latihannya bersama member 2PM, Nichkhun pun pergi sendirian ke sebuah toko boneka untuk membeli hadiah karena dia belum pernah memberikan boneka pada Naomi. Nichkhun melihat-lihat setiap boneka yang terpajang di setiap etalase di toko itu. Namun ia benar-benar bingung harus membeli boneka apa yang kira-kira di sukai Naomi. Dan karena Nichkhun tahu Naomi sangat menyukai binatang, Nichkhun pun mencari boneka yang berbentuk binatang.

Dan ia melihat satu boneka berbentuk ulat yang menarik perhatiannya, namun saat ia akan mengambilnya, tangan seseorang menyentuh boneka itu bersamaan dengan Nichkhun. Nichkhun menoleh dan ia melihat seorang wanita cantik sudah ada di sampingnya.

“Maaf, tapi tanganku yang lebih dulu memegang boneka ini” ucap Nichkhun pada wanita itu.

“Maaf, tapi aku yang lebih dulu melihat boneka ini beberapa hari yang lalu” jawab wanita itu polos dan menarik bonekanya dari Nichkhun.

MWO? Beberapa hari yang lalu? Haha..kau ini sangat lucu Nona, beberapa hari yang lalu ya beberapa hari yang lalu, hari ini ya hari ini” jawab Nichkhun tanpa melepaskan tangannya dari boneka itu dan menariknya dari wanita itu.

MWORAGO? Kau bilang aku lucu? Tch….” jawab wanita itu mendecak.

“Sudahlah aku tidak berminat berdebat denganmu. Kalau kau mau, ambil saja boneka ini. Aku akan mencari di tempat lain saja” jawab Nichkhun berlalu dan membuat wanita itu benar-benar jengkel sendiri di tempatnya.

Ish nappeun namja…awas kau kalau aku bertemu denganmu lagi, akan aku balas” rutuk wanita itu melempar boneka di tangannya.

“Khun hyung, bagaimana kau sudah menemukan hadiah untuk dia?” tanya Wooyoung di seberang sana.

“Belum, barusan aku dari toko boneka. Tapi aku malah berdebat dengan seorang wanita” jawab Nichkhun masuk ke dalam mobilnya.

“Wanita?? Duguya?? Apa wanita cantik?” tanya Wooyoung antusias.

“Tidak penting. Sudahlah, nanti aku hubungi kau lagi. Sekarang aku mau ke suatu tempat dulu, aku sudah terfikirkan akan membeli apa”

“Memangnya kau terfikirkan untuk membeli apa?”

“Rahasia. Sudah yah aku tutup”

“Ish….kau ini. Ya sudah, oh ya jangan lupa nanti malam kau ajak dia makan malam bersama kami. Aku jadi penasaran ingin melihat adikmu itu”

“Ehm..ara..ara. Nanti malam kami pasti datang. Ok…see you there…” Nichkhun memutuskan sambungannya, melajukan mobilnya ke sebuah tempat.

Malam ini Nichkhun mengajak Naomi untuk makan malam bersama member-member 2PM di sebuah Restaurant kecil biasa mereka makan di sana. Ini kali pertamanya Nichkhun akan memperkenalkan adiknya itu pada mereka semenjak Nichkhun bergabung dalam group itu satu setengah tahun yang lalu.

Oppa…eotthae? Apakah aku sudah cantik?” Naomi keluar dari kamarnya dan berlari menghampiri NIchkhun yang sudah menunggunya.

NIchkhun terpesona melihat Naomi yang mengenakan Dress putih dengan panjang hingga di atas lututnya. Meskipun sederhana, tapi Naomi tanpa terlihat sangat cantik dengan balutan kain itu.

Oppa…eotthae?” tanya Naomi lagi membuyarkan lamunan Nichkhun.

Andwae…andwae…kau tidak boleh berdandan seperti itu. Kau pakai pakaian biasa saja. Ayo cepat ganti pakaianmu” protes Nichkhun tiba-tiba.

Oppa…waeguraeyo? Apa yang salah dengan bajuku?” keluh Naomi melihat dirinya sendiri.

“Aku tidak mau mereka menikmati keindahan tubuhmu. Ayo biar aku pilihkan baju untukmu” Nichkhun mendorong masuk tubuh Naomi ke kamarnya.

Nichkhun membuka lemari baju Naomi dan memilihkan satu pakaian untuk adiknya itu.

“Ini…cepat kau ganti dengan baju yang ini” Nichkhun menyodorkan T-shirt berwarna pitch dengan sedikit gambar di depannya pada Naomi dan celana Jeans berwarna biru pucat.

MWO?? Oppa..yang benar saja, aku pakai baju ini?? Masa aku ke Restaurant memakai pakaian seperti ini? shirroyo…” protes Naomi melemparkan T-shirtnya dan memajukan bibirnya kesal.

“Kalau kau tidak mau pakai baju ini, lebih baik kita tidak pergi” jawab Nichkhun tegas.

OPPA…..” Naomi menatap kesal oppanya itu.

“Aku sangat mengenal siapa mereka, Nao. Jadi, aku mohon menurutlah padaku” Nichkhun mengambil lagi T-shirt pilihannya dan memberikannya pada Naomi.

“…..” Naomi tidak menjawab, ia menatap Nichkhun sinis lalu mengambil T-shirt dan celana Jeansnya dengan kesal.

Akhirnya setelah melewati perdebatan kecil, Nichkhun dan Naomipun menuju Restaurant di mana para member 2PM sudah menunggu mereka satu setengah jam yang lalu. Sesampainya di sana Nichkhun menuntun langkah Naomi masuk ke Restaurant itu.Dan member 2PM menyambut mereka dengan antusiasnya.

Hyung.…” Wooyoung melambai ke arah Nichkhun.

“Maaf kami lama” Nichkhun menggeserkan kursi untuk Naomi.

“Memang apa yang kalian lakukan? Kau tahu kami sudah menunggumu di sini hampir dua jam” gerutu Junsu si Leader 2PM.

“Oh ya,,maaf tadi ada sedikit masalah kecil di rumah” jawab Naomi lembut pada mereka dan memincingkan mata pada Nichkhun sekilas karena ia masih kesal dengan kejadian tadi.

“Masalah kecil? Memangnya masalah apa?” tanya Junho dan semua mata member 2PM sekarang tertuju pada Nichkhun.

“Bukan masalah penting” jawab Nichkhun singkat. “Kalian belum memesan makanan?” tanya Nichkhun melihat meja yang masih kosong.

“Yak…bagaimana kami mau memesan makan, bukankah acara kita malam ini ingin makan malam bersama? Jadi mau tidak mau kami menunggumu dulu, pabo” rutuk Taecyeon.

“Ya sudah cepat kita pesan makan” Nichkhun memanggil waitress untuk memesan makanannya.

“Oh ya kenalkan, ini adik angkatku yang pernah aku ceritakan, Naomi. Nao, kenalkan mereka teman-temanku di 2PM” Nichkhun memperkenalkan Naomi untuk pertama kalinya pada member 2PM, begitupun sebaliknya, ini pertama kalinya Naomi bertemu dengan mereka.

Annyeong haseyo….Naomi imnida” Naomi beranjak dari tempat duduknya dan memberi salam pada semua member 2PM.

“Annyeong…2PM imnida...” giliran Wooyoung, Junho, Taecyeon, Chansung dan Junsu yang memberi salam pada Naomi dengan serempak.

“Nao, yang ini namanya Wooyoung, yang ini Chansung, yang itu Junho, yang itu Taecyeon dan yang itu si pencinta panda, Junsu” Nichkhun memperkenalkan satu per satu teman-teman seperjuangannya itu.

“Wah…Junsu oppa kau suka panda? Apakah kau juga penyayang binatang?” tanya Naomi antusias setiap kali ia tahu ada orang yang memiliki sifat sama dengannya, penyayang binatang.

“Ehm…aku suka binatang, tapi aku paling suka panda, waeyo?”

“Benarkah? Ahh…senangnya bisa menemukan pria yang menyayangi binatang, tidak di sangka pria-pria tampan seperti kalian ternyata ada juga yang menyayangi binatang. Bagus oppa aku suka sekali pada pria yang menyayangi binatang, hihi…” suasana hati Naomi beberapa waktu lalu seolah mencair dalam sekejap hanya karena membahas binatang.

“Kau bilang kami tampan?? Wooaaa….terima kasih, Naomi-ssi. Ternyata kau memang sangat menyenangkan, tidak salah kalau Nichkhun betah berada di sisimu, hihi…” ucap Junsu polos dengan tawa renyahnya.

“Kau ingin aku lempar ke sungai Han atau ke kutub utara, hyung?” ucap Nichkhun mendelik ke arah Leadernya.

“Haha…baiklah, baiklah maaf. Aku becanda, Khun. Kau ini serius sekali, sih?” Junsu menepuk pundak Nichkhun.

“Eh…Naomi-ssi, aku juga penyayang binatang, terutama aku suka kucing” sambung Taecyeon tidak kalah antusias.

Jinjayo?? Woaaaa…daebak. Kenapa aku tidak kenal kalian dari dulu saja yah, hehe…”

“Ish…sebenarnya kita ke sini mau makan malam atau mau membicarakan panda, kucing dan kawan-kawannya sih? Awas, minggir aku mau ke toilet” sergah Nichkhun bangkit dari tempat duduknya. “Aku ke toilet dulu” ucapnya pada Naomi.

“Ehm….” jawab Naomi singkat.

“Naomi-ssi, sebenarnya tadi kenapa kalian datang terlambat? Apakah terjadi sesuatu di rumahmu?” tanya Junsu penasaran saat Nichkhun sudah pergi ke toilet.

“Ah..itu. Ehmmm….bukan masalah besar, hanya saja tadi Nichkhun oppa tidak suka dengan pakaianku”

“Pakaianmu? Memang kenapa dengan pakaianmu?” Chansung ikut penasaran.

“Ehm..ituuu…Ah…sudahlah lupakan saja, maaf karena aku tidak bisa memberitahu pada kalian” ucap Naomi menyesal.

“Oh…begitu yah? Baiklah, kami tidak akan memaksamu untuk menceritakannya pada kami”

“Oh ya tapi aku dengar, Nichkhun sangat protect padamu yah?” Taecyeon menyelidik.

“Ahhh…iya, dia memang sangat protect sekali padaku. Itu karena dia sangat menyayangiku dan dia tidak ingin aku melakukan sesuatu yang membahayakanku. Dia juga akan lebih protect padaku jika aku mempunyai teman seorang namja” jelas Naomi.

“Lalu, apakah kau pernah merasa kalau dia itu terlalu over protective padamu?” tanya Junsu hati-hati.

“Jujur saja pernah, tapi kadang-kadang dan itu kalau suasana hatiku sedang tidak baik”

“Tapi aku jadi penasaran, apakah sikap protectivenya itu benar-benar sebagai bentuk perhatiannya sebagai seorang kakak, atau justru sebagai seorang pria?”

“Maksudmu??” tanya Naomi pada Taecyeon karena dia tidak mengerti apa yang di maksud dari ucapan Taecyeon.

“Maksudku, apakah mungkin Nichkhun itu menyukaimu?”

“Hahaha….Taec oppa, kau ini ada-ada saja. Mana mungkin oppaku suka padaku, aku ini kan adiknya”

“Tapi kalian bukan saudara kandung, kan??” sambung Junho serius.

Naomi terdiam, ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia jawab. Belum pernah terlintas sekalipun hal itu di pikirannya, tapi justru ucapan Taecyeon dan Junho tadi sedikit menganggu pikirannya.

“Kalian sedang membicarakan apa? Kenapa muka kalian serius seperti itu?” tanya Nichkhun yang tiba-tiba kembali dari Toilet.

“Ah..anhio, kami tidak membicarakan apa-apa. Tadi aku hanya penasaran saja, kenapa adikmu ini memakai pakaian seperti ini ke tempat seperti ini, hehe….” ucap Taecyeon berbohong dan sedikit salah tingkah.

“Aku yang menyuruhnya memakai pakaian seperti itu. Aku tidak mau dia memakai pakaian yang berlebihan di depan kalian” jawab Nichkhun datar.

Mwo?? Kau sampai mengatur apa yang harus di pakai olehnya dan apa yang tidak boleh di pakai oleh adikmu ini?” tanya Wooyoung terkejut dan melirik Naomi sekilas.

“Ehm..waeyo? Aku tahu seperti apa kalian, jadi aku tidak mau kalau kalian sampai menggoda adikku”

“Yak…memangnya ada dengan kami? Apa yang kau pikirkan tentang kami?”

“Ah…sudahlah, makanannya sudah datang, ayo cepat kita makan. Aku lapaaar” ucap Nichkhun polos berusaha menghindar dari pertanyaan Taecyeon.

Dan akhirnya makan malam mereka pun berlangsung menyenangkan, pertemuan pertama Naomi dan para member 2PM meninggalkan kesan yang begitu hangat. Naomi juga jadi mengetahui beberapa kebiasaan-kebiasaan Nichkhun yang tidak ia ketahui jika kakaknya itu sedang tinggal di dormnya. Nichkhun tidak suka jika ia minum dalam satu gelas yang sama dengan teman-temannya, dia akan berubah menjadi seorang kakek jika sudah masuk dorm dan akan mengomel kalau dorm dalam keadaan kotor, Nichkhun juga member yang bangun paling awal di banding yang lainnya dan dia akan membangunkan teman-temannya itu dengan memperlihatkan foto gadis-gadis seksi.

Oppadeul, terima kasih untuk makan malamnya, aku benar-benar senang bisa bertemu dengan kalian. Kapan-kapan aku akan mengundang kalian ke rumahku dan ahh…aku hampir lupa, sebentar lagi aku ulang tahun, aku akan mengundang kalian ke rumahku untuk merayakannya dengan pesta kecil-kecilan bagaimana?”

“Benarkah? Woaa..tentu saja kami mau” jawab Chansung paling antusias.

“Haha..baiklah kalau begitu, sampai ketemu lagi lain kali, sekarang aku pulang dulu yah. Annyeonghi gaseyo..” Naomi membungkuk pamit pada semua member 2PM.

Ah..ne, annyeonghi gaseyo” jawab Chansung, Junsu, Wooyoung, Junho dan Tacyeon serempak.

“Aku mengantarkan dia dulu, nanti aku langsung ke dorm” ucap Nichkhun pamit pada teman-temannya.

“Eoh…hati-hati Khun” ucap sang Leader perhatian.

***

“Chaeri…mana orang yang akan menjadi model iklan bersamaku? Kenapa dia belum juga datang?” tanya Victoria pada Managernya saat ia sedang di make up untuk syuting iklan salah satu produk parfume hari ini bersama salah satu member dari Boyband yang sedang naik daun.

“Mungkin sebentar lagi dia datang” jawab Chaeri memasukkan beberapa barang Victoria ke dalam tasnya. “Ah..itu dia datang” sambungnya sambil menunjuk ke arah seseorang yang baru masuk ke ruangan itu.

Karena penasaran, Victoria yang sedang di make up pun melihat orang itu dengan ekor matanya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang akan menjadi partnernya untuk iklan kali ini.

MWOYA??” Victoria menarik wajahnya untuk melihat dengan jelas orang itu dengan kedua matanya dan alhasil lipstick yang sedang di gunakan untuk menghiasi bibirnya itu pun menggoresi wajahnya.

“Victoria-ssi...” ucap sang make up artist kesal.

“Jadiii….jadi dia yang akan menjadi partnerku hari ini??” tanya Victoria pada Managernya tidak percaya dan tidak menghiraukan sang make up artist yang menekukkan wajahnya.

“Yak…kau ini kenapa? Lihat wajahmu itu? Ish..kau ini” sang Manager pun di buat kesal oleh Victoria. “Ehm…dia yang akan menjadi partnermu, namanya Nichkhun dari 2PM. Bukankah aku sudah pernah memberitahumu, huh?” Chaeri membantu menyeka wajah Victoria dengan tissue.

“Yah..aku tahu. Tapi waktu itu aku hanya tahu namanya saja darimu, tapi aku tidak kalau…kalau…Aasshh…kenapa harus dia” Victoria menggeleng dan kali ini ia menghancurkan tatanan rambutnya yang sudah di buat rapi oleh sang make up artist.

“Yak…yak..yak…kau ini sebenarnya kenapa sih? Memang kenapa kalau dia yang akan menjadi partnermu, huh? Memangnya kau mengenalnya?” tanya Chaeri kesal.

“Aku tidak mengenalnya tapi…” belum Victoria melanjutkan ucapannya, sang Produser sudah menghampiri mereka.

“Victoria-ssi, kenalkan dia Nichkhun yang akan menjadi partnermu hari ini” Produser itu memperkenalkan Nichkhun yang berdiri di sampingnya pada Victoria.

“Nichkhun imnida” Nichkhun mengulurkan tangannya.

“Tch….dia pasti sedang berpura-pura baik di depan orang-orang” gerutu Victoria dalam hatinya.

Melihat Victoria yang mendiamkan Nichkhun, Chaeri sang Manager pun menyikut pinggang Victoria.

“Victoria” Victoria menoleh sesaat pada Chaeri sebelum akhirnya dia memperkenalkan dirinya pada Nichkhun tanpa menyambut uluran tangan Nichkhun dan Nichkhun pun menarik lagi tangannya dengan santai.

“Baiklah Nichkhun-ssi, kau akan di make up dulu sebentar, setelah itu kita mulai syutingnya” ucap sang Produser.

“Ne….”

Setelah Nichkhun dan Victoria selesai di make up, mereka memulai pengambilan gambar untuk iklan pertama mereka menjadi partner. Tapi selama proses syuting justru Victoria tidak bisa konsentrasi karena dia masih ingat dengan jelas kejadian beberapa hari lalu di toko boneka dan ia di buat jengkel oleh Nichkhun.

“Victoria-ssi, tolong fokus sedikit. Ini sudah take ke dua puluh dan kita masih di scene yang ini terus” ucap Produser menegur Victoria.

Joeseonghaeyo…cheongmal jeoseonghaeyo” dan Victoria hanya bisa membungkuk berkali-kali meminta maaf.

“Kita Break 5 menit saja dulu” sambung sang Produser pada semua Crew yang ada di sana.

“Ash….kenapa harus dia sih yang jadi partnerku? Baru kali ini aku syuting iklan sampai take berkali-kali seperti ini” gerutu Victoria menghampiri Managernya sambil meneguk air mineral.

“Yak….memangnya kenapa dengan dia? Apakah kau mengenalnya?” tanya Managernya kesal.

“Bukan urusanmu” jawab Victoria ketus.”Tapi aku harus bisa menjadi artis profesional, meskipun aku benci pria itu, tapi pekerjaan dan karirku itu jauh lebih penting, ehm…” Victoria mengangguk mantap, menutup tutup botol air mineralnya.

Ok,,,ayo kita mulai lagi” teriak Produser itu memberi komando.

Dan akhirnya Victoria benar-benar membuktikan sikap profesionalismenya dengan memberikan kepuasan pada sang Produser dengan hasil actingnya yang selalu pantas untuk di acungi jempol.

Ok kita break 20 menit, nanti lanjut untuk scene yang terakhir” teriak sang Produser dengan senyum puasnya di banding dengan ekspresinya beberapa saat yang lalu.

Chogiyo….” ucap Victoria menghampiri Nichkhun yang sedang duduk di salah satu sudut dan membaca sebuah buku.

“….” tidak ada jawaban dari Nichkhun karena ternyata headset sedang menempel dengan nyamannya di kedua telinganya.

Chogiyo….” ulang Victoria sedikit berteriak dan menyibakkan tangannya di depan wajah Nichkhun.

Waeyo?” tanya Nichkhun melepaskan sebelah headsetnya dan kini menatap Victoria.

Victoria tersentak, karena sekarang matanya sedang bertemu tepat dengan mata Nichkhun. Dan seolah tersimpan sihir di dalam mata Nichkhun hingga mampu membuat tubuh Victoria tiba-tiba membeku dan tidak mampu untuk berkata.

Hellooo...Aku sedang bertanya padamu, ada apa?” kini giliran Nichkhun yang menyibakkan tangannya di wajah Victoria dan itu mampu membuat tubuh Victoria kembali mencair dan kembali ke dalam alam sadarnya.

“Ya?? Ehm…itu….aku…” jawab Victoria gugup menggaruk lehernya yang-sama-sekali-tidak-ingin-di-garuk.

Mendengar jawaban Victoria yang menggantung, Nichkhun pun kembali memasangkan headsetnya dan membaca bukunya.

Chakkaman...Ehm..aku hanya ingin bertanya, apakah kau mengenalku?” tanya Victoria akhirnya dengan nada dingin.

“Tentu saja, bukankah tadi kau sudah memperkenalkan dirimu?” jawab Nichkhun masih serius membaca bukunya tanpa melihat Victoria dan dengan headset yang masih terpasang di telinganya.

“Bukan itu maksudku. Ehm..maksudku, kau ingat kalau kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Aku tidak suka mengingat orang atau kejadian yang tidak berarti untukku” jawab Nichkhun santai.

MWO?? Kau…” Victoria di buat kesal setengah mati oleh seorang pria untuk pertama kalinya dan pria itu adalah NIchkhun.

“Semuanya,,,ayo kita lanjut, setelah ini tugas kita selesai” belum Victoria ingin menumpahkan kekesalannya pada Nichkhun, sang Produser sudah memanggil mereka untuk kembali syuting.

Nichkhun menutup bukunya, melepaskan headsetnya dan beranjak untuk kembali ke tempat syuting tanpa menghiraukan Victoria yang masih berdiri di tempatnya.

“Ish….Nappeun namja, awas kau. Akan aku buat kau mencintaiku NICHKHUN” sumpah Victoria dengan tatapan penuh amarah.

Meski hati Victoria masih di liputi rasa kesalnya terhadap Nichkhun, tapi dia tetap menunjukkan sikap profesionalnya dan menyelesaikan proses syuting dengan baik sampai akhir.

Ok….semuanya, kerja yang bagus. Terima kasih untuk kerja sama kalian hari ini hingga proses syuting kita berjalan dengan baik dan memuaskan. Aku ucapkan banyak-banyak terima kasih pada kalian semua, terutama Crew dan artis kita hari ini Victoria-ssi dan Nichkhun-ssiProduser menatap Victoria dan Nichkhun bergantian dan semua orang di sana pun bertepuk tangan puas.

“Bukan apa-apa, justru aku yang berterima kasih pada anda karena sudah mempercayaiku untuk menjaid model iklan ini, aku senang bisa bekerja sama dengan anda dan kalian semua” ucap Nichkhun bijak.

“Tch..laki-laki menyebalkan, kau bisa memiliki dua kepribadian dalam waktu yang sama” gerutu Victoria dalam hatinya menatap Nichkhun sinis.

“Baiklah, semuanya aku pulang duluan yah. Hari ini aku masih ada pemotretan, terima kasih untuk hari ini. Annyeong.…” Victoria pamit pada semua orang yang berada di sana.

Namun saat Victoria akan melangkah, kakinya tanpa sengaja menyenggol kabel sehingga membuat lampu untuk alat syuting yang berada di sampingnya ikut tersenggol dan akan menimpa dirinya.

“Awaaaasss” teriak beberapa orang di ruangan itu yang melihatnya.

BRAAAKK….

Tubuh Victoria terjatuh, namun ia tidak luka sedikitpun karena ternyata lampu itu jatuh tepat di atas tubuh Nichkhun yang melindungi Victoria.

Victoria membuka matanya dan sadar ada seseorang yang memeluk tubuhnya saat ini.

“Kau???” Victoria terkejut melihat Nichkhun dengan wajah yang menahan sakit.

Nichkhun menatap Victoria namun ia tidak berkata sepatah katapun.

“Nichkhun-ssi,,gwaenchanayo??” semua orang terlihat panik menghampiri mereka dan membantu untuk mengangkat lampu itu dari tubuh Nichkhun.

Gwaenchana…” Nichkhun mencoba untuk beranjak namun ia meringis menahan sakit di lengannya.

“Victoria, gwaenchana??” Chaeri cepat-cepat menghampiri Victoria dan membantunya untuk bangun, namun ia tidak berkata apa-apa.

Dia masih shock dengan kejadian itu dan terutama ia juga sangat shock melihat Nichkhun yang ternyata sudah menolongnya.

“Kita ke rumah Sakit saja, takut terjadi apa-apa dengan tanganmu” Manager dan beberapa Crew memapah Nichkhun untuk naik ke mobilnya.

“Tidak usah, aku tidak apa-apa. Paling nanti hanya lebam sedikit saja” bantah Nichkhun masih memegang lengannya.

“Tapi kau tertimpa lampu yang cukup besar, bagaimana kalau lukamu ternyata parah?” ucap sang Produser panik.

“Tidak, tidak apa-apa, anda tidak usah khawatir pak. Aku pasti akan baik-baik saja” jawab Nichkhun sudah berada di depan mobilnya. “Hyung kita pulang saja, tanganku hanya butuh di kompres saja”ucap Nichkhun pada Managernya.

“Kau yakin kau tidak apa-apa?” tanya Produser itu memastikan.

“Yah, anda tenang saja, aku tidak apa-apa. Baiklah, kami pulang dulu, sekali terima kasih untuk hari ini. Permisi” Nichkhun membungkuk pamit pada Produser dan semua Crew yang mengantarnya sampai depan mobil.

Anhio, aku yang justru berterima kasih padamu. Baiklah hati-hati, semoga tidak terjadi apa-apa denganmu”

Ne….” Nichkhun membungkuk lagi sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.

Chakkamanyo…” teriak Victoria berlari menghampiri mobil Nichkhun.

Nichkhun yang baru akan masuk ke dalam mobilnya, menoleh ke belakang saat Victoria berteriak.

“Ehm….Nichkhun-ssi, aku…aku….” ucap Victoria gugup di hadapan Nichkhun. “Terima kasih, terima kasih sudah menolongku dan maaf” ucap Victoria lirih dan ia menundukkan kepalanya menyesal.

Gwaenchana….” ucap Nichkhun singkat dan tersenyum tipis lalu masuk ke dalam mobilnya.

Victoria masih berdiri di tempatnya, melihat mobil Nichkhun yang berjalan semakin menjauh dari pandangannya. Perasaannya kini entah harus seperti apa, kesal, marah, sedih atau bahkan bahagia? Entahlah. Pikirnya.

***

Ting Nong….Ting Nong….

Hyungie ada tamu tuh, coba kalian lihat siapa yang datang” teriak si Maknae Chansung di kamarnya pada semua hyung-hyungnya yang juga berada di kamar mereka masing-masing.

“Kau saja yang buka, paling-paling tukang Laundry yang akan mengambil baju-bajumu” teriak Junsu di kamarnya yang tepat berada di sebelah kamar Chansung.

“Ish..mereka ini, suka sekali menyiksa adik mereka yang imut ini” rutuk Chansung beranjak dari kasurnya.

Ting Nong…Ting..Nong..

“Iyaa..tunggu sebentar, tidak sabaran sekali sih. Lagipula pagi-pagi begini siapa orang yang sudah bertamu ke rumah orang” gerutu Chansung berjalan menuju pintu.

Annyeong haseyo….” sapa seseorang di luar pintu dengan suara yang sangat lembut.

Chansung terbelalak saat melihat seorang wanita yang lebih mirip seperti boneka berdiri di hadapannya dengan senyuman yang sangat indah.

“Victoria imnida” Victoria tersenyum cerah membungkuk memperkenalkan dirinya.

Helloo...” Victoria mengipaskan tangannya ke wajah Chansung yang masih tidak berkedip menatapnya.

“Ah…ya…aku tahu, ah…maskudku aku tahu kau pasti Victoria artis terkenal itu, kan?” tanya Chansung gugup.

“Aku Chansung, Hwan Chansung” Chansung mengelapkan tangannya ke celananya sebelum ia menjabat tangan Victoria. “Wow..tanganmu lembut sekali” ucap Chansung pelan.

“Ne??”

“Ah..tidak, aku tidak mengatakan apa-apa, hehe…” Chansung sedikit salah tingkah berada di dekat wanita cantik seperti Victoria.

“Oh,,ya aku juga pernah melihatmu di TV saat 2PM tampil di salah satu acara dan aku paling suka penampilanmu” jawab Victoria hangat.

“Benarkah?? Woaaa….terima kasih, hehe..aku jadi malu” Chansung menggaruk-garuk kepalanya.

Karena Chansung belum juga membiarkannya masuk, Victoria mencoba untuk mengintip ke dalam dan mencari sosok yang bisa membawanya ke sana.

“Oh…ya, aku lupa. Silahkan masuk, anggap saja seperti rumahmu sendiri” Chansung mempersilahkan Victoria untuk masuk.

“Silhakan duduk, maaf kalau dorm kami berantakan, hehe….”

“Ah..ya tidak apa-apa” jawab Victoria ramah.

Saat ia akan duduk, matanya sedikit terbelalak melihat sesuatu tergeletak di sana dan itu adalah Boxer milik salah satu penghuni dorm itu.

“Ah….hahahaha,,,,maaf, ini milik hyungku” jawab Chansung gugup dan cepat-cepat melemparkan Boxer itu ke sembarang arah.

“Chansungie,,,duguya??” satu per satu dari member 2PM yang lain pun keluar dari kamar mereka masing-masing kecuali Nichkhun.

“Ah…Victoria-ssi???” teriak Wooyoung, Junho, Taecyeon dan Junsu serempak.

Annyeong haseyo.…” Victoria beranjak dari duduknya dan menyapa ke empat namja-namja itu.

YeAnnyeong Haseyo” jawab mereka berempat dengan kompak lagi.

“Kenalkan aku Taecyeon” tanpa menunggu komando, Taecyeon menghampiri Victoria dan memperkenalkan dirinya.

“Ah..aku Junho” Junho tidak mau kalah ingin menjabat tangan Victoria dengan memperkenalkan dirinya juga.

“Aku..aku….” sergah Wooyoung “Aku Wooyoung” wajahnya berseri menyambut tangan Victoria yang halus.

“Dan aku Junsu” sang Leader tidak mau kalah untuk bisa menyentuh tangan Victoria.

“Senang bertemu dengan kalian semua” ucap Victoria mengembangkan senyumannya.

“Ah..ya, tentu kami juga senang bertemu denganmu” jawab Taecyeon antusias.

“Tapi, Victora-ssi, ngomong-ngomong apa yang membawamu datang ke dorm kami? Apakah kau sengaja datang ke sini untuk bertemu dengan kami atau?” tanya Junsu penasaran.

“Ah..benar, aku malah lupa untuk menanyakan hal itu tadi. Benar Victoria-ssi, sebenarnya apa yang membawamu sampai ke sini??” tanya Chansung ikut penasaran.

“Ehm…sebenarnya aku ke sini ingin menemui teman kalian” jawab Victoria malu-malu.

“Teman kami?” Wooyoung, Junsu, Taecyeon, Junho dan Chansung saling berpandangan bingung.

“Kami semua ada di sini? Jadi, sebenarnya kau ingin bertemu dengan siapa?” tanya Junho semakin bingung dan penasaran.

Victoria tidak menjawab dan dia hanya tertunduk malu, pipinya tiba-tiba memerah.

“Atau jangan-jangan maksudmu, teman kami itu adalah Nichkhun?” tebak Wooyoung tepat pada sasaran.

Victoria tersipu dan mengangguk mengiyakan.

“Tap..tapi ada keperluan apa kau ingin bertemu menemuinya?” Chansung semakin penasaran.

“Memangnya dia tidak menceritakan pada kalian kejadian dua hari lalu?” Victoria balik bertanya.

“Kejadian dua hari lalu? Memang ada apa?” Junsu semakin tidak mengerti.

“Ehm…waktu itu….”

Belum Victoria melanjutkan ucapannya, Nichkhun sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian yang cukup tebal dan memakai Hoodienya menutupi wajahnya.

“Khun, memang apa yang terjadi dengan dua hari lalu?” tanya Taceyeon pada Nichkhun yang melintas di hadapan mereka.

“Kau sudah datang? Sebaiknya kita pergi sekarang saja, kajja...” Nichkhun menarik tangan Victoria tanpa memberi aba-aba apapun dan tanpa membiarkan Victoria pamit pada member-member 2PM lain yang kini hanya menatap mereka berdua keluar dari dorm dan membuat pertanyaan mereka menggantung dengan kebingungan yang masih hinggap di pikiran mereka.

“Nichkhun-ssi, sebenarnya kita mau ke mana? Memangnya kau tahu aku mau datang ke sini?” Victoria tidak mengerti dengan apa yang sedang di pikirkan Nichkhun saat ini.

“Cepat pakai ini, sebelum ada orang yang melihatmu” Nichkhun memberikan syal dan topi pada Victoria.

Meskipun Victoria masih tidak mengerti dengan pikiran Nichkhun, tapi dia tetap menuruti ucapannya. Victoria memakai topi dan syal yang di berikan Nichkhun untuk bisa menutupi wajahnya. Ia juga mengeluarkan kacamatanya dari dalam tasnya.

Nichkhun dan Victoria cepat-cepat masuk ke dalam lift dan beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di tempat parkir di mana mobil Nichkhun terparkir di sana.

“Cepat masuk” perintah Nichkhun dan lagi-lagi Victoria hanya menurut tanpa berkata apappun.

Di tengah perjalanan, Victoria masih di liputi rasa penasaran dan kebingungan hingga perasaan itu membuncah, akhirnya dia pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan dan bertanya pada Nichkhun.

“Nichkhun-ssi, kita mau ke mana sekarang?” tanya Victoria berusaha untuk santai.

“….” Nichkhun tidak menjawab dan hanya menatap lurus ke depan dengan kemudinya.

Victoria menelan ludah dalam, jika bukan Nickhun mungkin saat ini dia sudah meluapkan amarahnya karena kesal di acuhkan seperti itu. Tapi sekuat tenaga ia tahan amarah itu mengingat dua hari lalu Nichkhun sudah menyelamatkannnya dari kecelakaan kecil di lokasi syuting. Dan Victoria terus melihat lengan Nichkhun, ingin sekali ia bertanya dengan keadaan lengan Nichkhun sekarang, tapi tidak ia lakukan karena dia jelas tahu Nichkhun pasti tetap tidak akan menjawabnya. Dan ia hanya bisa pasrah entah Nichkhun akan membawanya ke mana.

Akhirnya dua jam perjalanan, Nichkhun dan Victoria diam seribu bahasa. Tidak ada yang memulai pembicaraan lagi setelah Victoria bertanya pada Nichkhun tadi. Nichkhun memarkirkan mobilnya di sebuah tempat yang belum pernah Victoria lihat. Victoria mengedarkan pandangannya, memperhatikan sekeliling dari tempat yang asing baginya itu.

Nichkhun turun dari mobilnya dan membuka bagasi mobil, mengambil beberapa barang dari dalam sana.

“Ayo masuk” ajak Nichkhun pada Victoria yang terkejut di tempatnya..

Ne….” Victoria mengikuti langkah Nichkhun yang berjalan di depannya.

Annyeong haseyo” sapa Nichkhun saat masuk ke dalam sebuah rumah di mana setelah ia masuk, beberapa anak-anak berhamburan menghampirinya.

“Nichkhun oppaaaa.…” teriak anak-anak itu memeluk Nichkhun.

“Lihat, aku membawa apa untuk kalian?” Nichkhun menunjukkan beberapa kantung belanjaan di tangannya pada mereka.

“Kapan dia membeli itu semua? Sebenarnya tempat apa ini? Dan untuk apa dia membawaku ke sini?” pertanyaan Victoria yang bertubi-tubi terlintas dalam pikirannya saat ini.

“Woaaaa….kamsahamnida” ucap semua anak-anak itu antusias menerima pemberian Nichkhun.

Namun tiba-tiba mereka tersadar ada seseorang yang berdiri di belakang Nichkhun dengan penampilan yang lebih-mirip-seperti-seorang-detektif. Dan mata mereka pun semua tertuju pada Victoria yang kini semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

Oppa,,,duguseyo??” tanya salah seorang anak yang duduk dipangkuan Nichkhun dan menunjuk Victoria yang masih berdiri mematung..

“Oh…iya oppa lupa memperkenalkan dia pada kalian” Nichkhun bangkit dan memperkenalkan Victoria pada anak-anak itu. “Anak-anak, kenalkan dia ini Victoria ahjumma. Ayo beri salam pada dia” perintah Nichkhun.

MWO?? Kau bilang aku ahjumma??” Victoria menatap Nichkhun nanar, namun Nichkhun hanya tersenyum tipis ke arahnya.

Annyeong haseyo ahjumma…” sapa anak-anak itu serempak pada Victoria.

“Ish..” Victoria mendesah “Ah..Annyeong haseyo” jawab Victoria berusaha untuk lembut pada mereka.

“Ahjumma, kau seorang detektif yah? Kenapa penampilanmu seperti itu?” tanya salah seorang anak dengan polosnya.

Spontan anak-anak yang lain dan bahkah juga Nichkhun tertawa mendengar pertanyaan anak itu.

“NE???” Victoria terkejut.

Hingga akhirnya dia menatap dirinya sendiri dan baru tersadar bahwa syal, topi dan kacamata yang ia kenakan masih menempel di tempatnya masing-masing.

“Ah….” Victoria dengan cepat membuka syal, topi dan kacamatanya.

Ahjumma…bukankah kau, Victoria eonni yang terkenal itu??” tanya anak yang lain terkejut saat melihat wajah Victoria dengan jelas tanpa penutup apapun.

Ne…?? Ah..ye, aku Victoria Song” jawab Victoria tersipu.

“Woaaaa….eonni-ah, aku penggemarmu. Aku sangat suka semua drama-drama yang kau mainkan. Aku juga mengkoleksi beberapa foto-fotomu” jawab anak itu antusias menghampiri Victoria.

“Ah..jinja?? Woa..gomawo” jawab Victoria lembut dan kini senyum mengembang bisa tersungging di bibir indahnya.

“Ehm…..benar” anak itu mengangguk mantap.”Oh ya eonni, apa aku boleh berfoto denganmu? Aku ingin memperlihatkan pada teman-temanku di sekolah kalau aku pernah berfoto denganmu, eoh?” sambungnya dengan wajah memohon.

“Ya…tentu saja boleh sayang” Victoria mendekati anak itu dan mengusap lembut rambutnya.

Oppa...boleh aku pinjam ponselmu??” tanya anak itu pada Nichkhun,

“Ehm? Ponselku?” tanya Nichkhun bingung.”Hmm…baiklah” Nichkhun mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

Oppa…sekalian tolong foto kami yah, hehe…” pinta anak itu manja.

Nichkhun tidak menjawab, ia hanya menggeleng dan tersenyum.

“Baiklah, hana,,dul..set” Nichkhun memberi aba-aba.

Oppa..oppa….aku juga mau”

“Aku juga..aku juga…”

Oppa…aku juga mau, Victoria eonni kau mau berfoto denganku juga kan?”

Akhirnya mereka semua berebut ingin berfoto dengan Victoria. Kekesalan yang sempat hinggap di hatinya beberapa saat lalu karena Nichkhun, tiba-tiba hilang dengan perasaan senang dengan reaksi anak-anak itu yang begitu hangat menyambutnya.

“Oh ya anak-anak, kemana bibi Cho dan paman?” tanya Nichkhun melihat sekeliling karena orang yang ingin di temuinya itu tidak di lihatnya saat pertama kali ia datang.

“Paman dan bibi sedang pergi oppa, mungkin sebentar lagi mereka juga datang”

“Victoria-ssi apa kau….” awalnya Nichkhun berfikir Victoria tidak akan bisa betah berada di sana, tapi saat ia melihat Victoria sekarang ternyata dia sudah bisa berbaur dengan anak-anak itu. Bahkan anak-anak itu terlihat senang berada di sisi Victoria. Nichkhun tersenyum dan masuk ke dalam ruangan yang bisa di bilang itu adalah sebuah kamar.

Nichkhun merebahkan tubuhnya di kasur, merasakan sensasi kenyamanan yang selalu ia rindukan jika sedang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang Entertainer.

“Jadi, jauh-jauh kau membawaku ke sini, hanya untuk melihatmu merebahakn tubuhmu di sini?” tanya Victoria tiba-tiba masuk ke kamar itu.

Spontan Nichkhun pun bangun dan sekarang berada di posisi duduk.

“Sepertinya kau bisa dengan cepat mengambil hati mereka” jawab Nichkhun membuka jaketnya.

“Yak…kau mau apa?” tanya Victoria terkejut.

Waeyo? Aku gerah, aku hanya ingin membuka jaketku” jawab Nichkhun santai.”Jangan berfikiran yang tidak-tidak, kau tenang saja aku tidak akan tertarik padamu” sambungnya bangkit dari duduknya dan mengambil sesuatu dari laci.

“Tch..yakin sekali kau?” Victoria mendecak.

“Ini..foto-fotoku waktu kecil” Nichkhun lagi-lagi tidak menanggapi ucapan Victoria, dia malah menyodorkan sebuah album foto pada Victoria.

Meskipun di buat kesal lagi oleh Nichkhun, Victoria tetap penasaran dengan isi album itu. Dan akhirnya dia membuka satu per satu halaman dari album itu yang di mana semua berisi foto-foto Nichkhun dari usianya yang kira-kira masih tiga tahun.

“Dulu saat aku kecil, aku tinggal di sini setelah kedua orang tuaku meninggal dalam sebuah kecelakaan” Nichkhun memulai cerita masa lalunya.

Victoria menyimak dengan serius. Ia tiba-tiba merasakan sisi yang lain dari seorang Nichkhun.

“Dan saat usiaku empat tahun, aku di ambil oleh sepasang suami istri yang bertahun-tahun menikah namun belum juga di karuniai seorang anak dan sekarang merekalah yang menjadi orang tua angkatku” sambungnya menatap keluar jendela dan memasukkan kedua lengannya ke dalam saku celananya.

“Mereka sangat menyayangiku, seperti anak mereka sendiri. Hingga akhirnya dua tahun kemudian mereka memiliki anak kandung pertama mereka, tapi kasih sayang mereka tidak berubah sedikitpun padaku. Dan aku juga sangat menyayangi adik angkatku, bahkan aku sadar terkadang perhatian yang aku berikan padanya terlalu berlebihan. Tapi entahlah, aku sendiri tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada diriku saat ini. Yang jelas aku sangat ketakutan kehilangannya, aku selalu ingin melihatnya jika aku jauh darinya, aku juga tidak rela jika ia dekat dengan pria lain, bahkan aku selalu ingin membuatnya bahagia dan tidak ingin melihatnya menangis” Nichkhun menunduk dalam.

“Kau mencintainya, jelas itu pertanda kalau kau mencintainya” Victoria bangkit dan mendekati Nichkhun.

Tapi entah kenapa saat mengucapkan kata-kata itu, terasa berat baginya, Seolah mulutnya tiba-tiba tercekat.

“Benarkah?” tanya Nichkhun menatap Victoria. “Yah…jujur saja, akupun pernah mempunyai pikiran seperti itu, tapi semakin aku meyakini ini adalah cinta, pikiranku terkadang cepat-cepat menolaknya. Aku tidak ingin membuat orangtua angkatku yang sudah merawatku, menjagaku dan menyayangiku, kecewa karena masalah ini”

“Untuk urusan hati, siapapun juga tidak akan pernah ada yang bisa menyalahkan jika cinta sudah datang menghampirinya” jawab Victoria sekuat mungkin.

“…..” Nichkhun tidak menjawab, dia kembali menatap keluar jendela dengan sejuta tanda tanya di hatinya tentang apa yang harus di lakukannya sekarang.

“Sebaiknya kau ungkapkan isi hatimu padanya, siapa tahu dia juga memiliki rasa yang sama denganmu”

“Tidak mungkin, yang aku lihat dari sikapnya. Dia menyayangiku hanya sebagai seorang kakak, tidak lebih”

“Wanita terkadang mempunyai beribu alasan kenapa dia bersikap lain dengan isi hatinya. Wanita ingin pria lebih peka tentang perasaan wanita, terkadang jika wanita mengatakan tidak tapi di dalam hatinya sebenarnya dia mengatakan iya”

Nichkhun lagi-lagi terdiam, ia mencoba mencerna ucapan Victoria yang mungkin ada benarnya, tapi apakah mengungkapkan perasaannya pada Naomi itu adalah keputusan yang tepat? Pikirnya.

***

Setelah seharian berada di Panti Asuhan di mana dulu Nichkhun tinggal dan di rawat di sana, saat ini Nichkhun dan Victoria akan mengunjugi sebuah Restaurant kecil untuk makan malam sebelum mereka pulang. Namun baru mereka sampai di depan Restaurant itu, tiba-tiba ponsel Nichkhun berdering dan ia melihat panggilan dari nomor telefon rumahnya.

Yoboseyo

“Tuan Nichkhun, Nona,,,,nona Naomi hilang” ucap pelayan di rumah Naomi pada Nichkhun dengan nada panik.

MWO??? Bagaimana bisa dia hilang?” suara Nichkhun memekik.

“Saya tidak tahu Tuan, daritadi siang Nona Naomi keluar dari rumah dan tidak pamit pada saya. Saya kira dia hanya keluar sebentar tapi sampai sekarang dia belum juga kembali. Saya juga mencoba menghubungi ponselnya tapi ternyata dia tidak membawa ponselnya” suara pelayan itu terdengar menangis di seberang sana.

“Ish…ya sudah, aku akan mencari dia. Bibi, apa eomma dan appa tahu?”

“Tidak, Tuan dan Nyonya belum saya beritahu. Baru anda yang saya hubungi Tuan”

“Bagus, sebaiknya bibi jangan beritahu mereka dulu. Aku akan mencari dia sekarang, nanti aku kabari bibi lagi, eoh?”

Ye,,baik Tuan”

Nichkhun memutuskan sambungannya.

“Victoria-ssi, maaf sepertinya aku tidak bisa menemanimu makan dan mengantarmu pulang, aku ada urusan penting. Kau tidak apa-apa kan jika makan sendiri dan kau bisa menghubungi Managermu atau siapapun untuk menjemputmu, eoh?” ucap Nichkhun panik.

“Ehm…aku tidak apa-apa, pergilah jangan hiraukan aku. Aku bisa pulang naik Taksi” jawab Victoria menelan ludahnya dalam.”Aku turun, terima kasih sudah mengantarku sampai sini” sambungnya pamit pada Nichkhun sebelum ia turun dari mobil Nichkhun.

“Ehm…hati-hati” jawab Nichkhun singkat dan dalam sekejap mobil Nichkhun sudah menghilang dari pandangan Victoria yang menahan tubuhnya yang tiba-tiba terasa lemas.

“Apakah kau begitu mencintainya, sampai-sampai kau tega membiarkan aku berdiri di sini sendirian di tengah angin malam yang begitu menusuk sampai ke tulang? Ah..tidak, bahkan mungkin angin menusuk hingga ke dalam hatiku karena entah kenapa sekarang hatiku terasa sangat sakit Nichkhun-ssi” Victoria seolah berbicara pada angin malam yang menyapa tubuhnya.

Di tempat lain, Nichkhun terus melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi, dia memutar otaknya memikirkan kira-kira di mana Naomi berada sekarang. Ini pertama kalinya Naomi menghilang dan perasaan khawatir membuncah di benak Nichkhun.

“Nao,,,kau di mana??” tanya Nichkhun pada dirinya sendiri.

Dan akhirnya entah apa yang membuat Nichkhun ingat satu tempat di mana dulu saat ia dan Naomi masih kecil, selalu pergi ke tempat itu. Setengah jam kemudian Nichkhun sudah berada di sana, ia memarkirkan mobilnya dan cepat-cepat berlari menuju tempat itu, taman Lavender.

“Nao….Naomiiii…” Nichkhun berteriak memanggil Naomi di tengah hamparan bunga Lavender yang tertiup angin dengan lincahnya.

“Naomiiiii…” teriak NIchkhun sekali lagi dan akhirnya ia mendapat sahutan dari sang pemilik nama.

Oppa…apakah itu kau??” teriak Naomi di tempatnya dan berlari mencari Nichkhun.

Oppa…” Naomi berhadapan dengan NIchkhun saat ini.

“Naomiii…..” hati Nichkhun terasa lega saat akhirnya ia bisa menemukan Naomi, ia berlari ke arah Naomi dan memeluk erat tubuh kecil gadis itu.

“Aku sangat mengkhawatirkanmu, kau tahu? Kenapa kau pergi seperti ini?” ucap Nichkhun mengeratkan pelukannya.

Oppawaeguraeyo? Kenapa kau sekhawatir ini padaku? Kau seperti takut kehilanganku?” tanya Naomi menggantungkan lengannya.

Oppa.…lihat mataku” Naomi melepaskan pelukan Nichkhun dan mengarahkan wajah Nichkhun untuk menatapnya. “Sebenarnya semua perhatianmu, semua kasih sayangmu padaku selama ini, apakah itu hanya karena bentuk perhatianmu sebagai seorang kakak atau karena kau memiliki perasaan yang lain padaku?” tanya Naomi menatap mata Nichkhun dalam.

Nichkhun tertunduk, mengusap wajahnya dengan kedua lengannya dan menghela nafas panjang. Ia jadi teringat ucapan Victoria tadi siang saat di Panti.

Oppa….jawab aku”

Mian…cheongmal minhae…” hanya itu yang terucap dari mulut Nichkhun.

“Maaf untuk apa?” tanya Naomi tidak mengerti.

“Maaf karena ucapanmu barusan benar, perhatianku dan kasih sayangku selama ini padamu bukan hanya karena sebagai seorang kakak, tapi karena aku memiliki rasa yang tak biasa padamu, Nao” jawab Nichkhun berat namun dengan berani ia menatap jauh ke dalam ekor mata Naomi.

Naomi tersentak, ia mundur selangkah dari Nichkhun. Tubuhnya lemas seketika, mulutnya tercekat tak mampu berucap lagi. Inilah yang ia takutkan, inilah yang membuatnya berfikir seharian di taman itu. Ia tidak ingin mendengar itu dari mulut orang yang sudah ia sayangi dan ia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri. Namun di sisi lain, Nichkhun pun tidak bisa lagi membendung perasaannya, ia tidak bisa lagi memungkiri hatinya bahwa ia mencintai Naomi, adik angkatnya.

~ End of Part 2 ~

Widiiiiiiih,,,part 2 ternyata JAUH LEBIH PANJANG dari part satu,,hihihiihihi..pada pegel ga bacanya??? Hayo..hayo yang uda comment d part sebelumnya dan minta lanjutan dari part ini, jangan lupa RCL nya yah,,.,,author ampe begadang” lho bwt nerusin ni FF,,hehe..;)

Moga kalian suka yah part ini,,,dan buat para khuntorian jgn kecewa lg, coz d part ini blm bnyak adegan sweetnya Khuntoria, emang d part ini lebih fokus dlu k ksiah Nichkhun n Naomi,,,sesuai dgn judul tagnya “Forbidden Love”…dan di part ini jg blm ada Kyunya,,,tapi sabar az msh pnjang ko dan tnggu az cerita selanjutnya kya gmn dan sedikit review kalau ksiah cnta d FF ini emang d bkin rada” complicated gtu,,hehe…;) Yasud deh, yang udah baca n commentnya apalagi nyempetin buat nge-LIke, mudah” an d kasih pahala dan di ketemuin sama cinta sejatinya masing”….amiiiiinnn….^^

9 thoughts on “I Remember You ( Forbidden Love ) – Chapter 2

  1. aigoo…psti naomi bngung bnget deh///

    Ahh aQ pngen banyakin Khuntoria nya author…
    OveraLL baGussssss!!!!^_^
    Tapi….
    Kyuuuuu…dimana Kau????

  2. Wuw,, gmn nih nasib persaudaraan nao n nickhun #bhs q lah hehehhe
    loh,, kyuppa mna chingu? Kok blom kliatan eksistensiny?
    Pnsaran nih ama part 3 ny..
    Lnjut ea…
    Kekkeke😀

DON'T be SIDER PLEASE....Your Comment is My Oxygen...^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s