A Thousand Years ( Sequel of Missing You in The Rain )

a-thousand-years

Title : A Thousand Years

Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie

Main Cast : Nichkhun Buck Horvejkul & Victoria Song…

Genre : Sad Romance, Angst

Rating : PG-13

Type : Ficlet

Lenght : 1.768 Words

Disclaimer : PLOT AND STORY IS MINE…

A/N : Sesuai dengan janji author, bakal bikin Sequel dari FF Missing You in The Rain …Tadinya mu di bikin Thriller, tapi authornya gx dapet feelnya. Maaaaaaaaaaaaaaaaf banget yang sebesar-besarnya karna authornya lama post FF nya lagi…Soalnya lagi kena WB…T_T Dan maaf juga kalo ini sequelnya cuma Ficlet…Tapi semoga kalian tetep suka yah…Di tunggu komentarnya, supaya author bisa semangat buat nulis lagi, hehe….:D

Poster credit goes to Erlyrine

~ A Thousand Years ~

Dua tahun, aku fikir itu sudah cukup membuatku mampu melupakannya. Tapi ternyata aku salah besar. Hingga kini aku masih tidak bisa menghilangkannya dari fikiranku. Bahkan untuk sekedar bernafas tanpa harus mengingatnya, aku tidak bisa. Ini pertama kalinya, aku mencintai seseorang dan bisa membuatku benar-benar rapuh, serapuh-rapuhnya. Mungkin terdengar sangat konyol bagi seorang pria sepertiku, karena aku bisa lemah hanya karena seorang wanita. Tapi itulah kenyataan yang justru tidak bisa aku pungkiri.

Dua tahun lalu aku meninggalkannya, aku membuatnya terluka. Aku tahu, aku adalah pria terbodoh di dunia ini karena meninggalkan wanita sebaik dia yang sangat mencintaiku dan aku cintai. Tapi seandainya kenyataan itu tidak pernah ada, seandainya kenyataan itu bisa aku ubah menjadi sebuah mimpi, mungkin saat itu aku tidak akan di sudutkan pada suatu pilihan yang akhirnya membuatku harus meninggalkannya.

“Khun-ah”

“Appa? Kau sudah pulang?”

“Bisa kau duduk sebentar? Ada sesuatu yang ingin appa katakan padamu”

“Appa, kau ingin mengatakan apa? Wajahmu begitu serius, apakah ini sesuatu yang sangat penting?” aku tidak bisa memungkiri hatiku yang tiba-tiba berdegup kencang tidak wajar ketika appa berkata ingin mengatakan sesuatu padaku.

Aku tahu itu pasti hal yang begitu serius, karena ini adalah pertama kali aku melihat appa seserius itu.

“Tapi sebelum appa mengatakannya, appa ingin meminta sesuatu padamu”

“Sesuatu? Apa itu?”

“Berjanjilah, setelah kau mendengar ini kau akan melakukan apa yang appa minta?” appa menatapku serius.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaan appa. Entahlah degup jantungku semakin tidak wajar dalam seketika. Aku mendapat firasat buruk untuk itu.

“Apakah kau mau berjanji pada appa?” dia meyakinkanku dengan nada suaranya yang di buat lebih tenang.

“Baiklah, aku berjanji. Aku akan melakukan apapun yang appa minta” jawabku setenang mungkin meski pada kenyataannya aku ragu apakah aku benar-benar akan menepati janjiku nantinya.

“Baiklah, appa pegang janjimu” appa mendekat dan sekarang duduk tepat di sampingku.

“Khun-ah, kau ingat kan? Appa pernah mengatakan padamu, kalau appa sedang mencari adikmu yang hilang?”

“Ya aku ingat, appa”

“Appa sudah menemukannya”

“Benarkah? Nuguseyo? Di mana dia sekarang?”

“Dia…dia adalah orang yang kita kenal baik selama ini” suara appa melemah.

“Kita? Maksud appa, dia adalah orang yang kita kenal? Nugu?”

Appa terdiam dan menghela nafasnya panjang sebelum menjawab pertanyaanku.

“Dia adalah Victoria”

Aku membeku dalam seketika, mencoba untuk mencerna kembali kata-kata appa. Terutama nama yang baru saja appa sebut. Aku tahu nama itu. Aku sangat mengenal nama itu. Bahkan nama itu sudah mendarah daging di dalam hatiku. Tapi, apakah nama yang appa sebut tadi benar-benar dia? Victoriaku?

“Khun-ah, maafkan appa. Tapi appa harus mengatakan ini padamu, kekasihmu selama ini ternyata dia adalah…adik kandungmu sendiri” appa meremas pundakku, mencoba untuk menguatkan aku. Dan mulutnya bergetar.

Aku menoleh perlahan ke arah appa. Menatap matanya lekat, mencoba untuk mencari tahu kebenaran lewat kedua matanya. Hati kecilku sangat berharap, appa hanya berbohong padaku. Tapi sialnya, aku tidak melihat kebohongan di mata appa saat ini.

“Maafkan appa” dia tiba-tiba menundukkan kepalanya dalam.

Yang aku lihat saat ini justru rasa bersalah yang mendalam dalam dirinya.

“Apakah kau yakin dia benar-benar orang yang kita cari, appa?”

“Bukalah amplop ini, maka kau akan percaya apakah appa sekarang ini sedang berbohong padamu atau tidak, nak”

Aku menatap amplop putih yang di genggam appa. Membukanya saja pasti akan membuatku lemah, apalagi aku harus membaca isinya. Aku tidak akan sanggup.

“Appa sudah melakukan tes DNA ini dua kali dan hasilnya tetap sama”

“Tapi kenapa appa baru mengatakannya padaku sekarang? Kenapa saat appa akan melakukan tes DNA itu, appa tidak mengatakan padaku?”

“Karena jika appa mengatakannya lebih dulu padamu, kau tidak akan percaya dan tidak akan mengijinkan appa untuk melakukannya. Jadi, appa fikir sebaiknya appa melakukan tes DNA itu tanpa sepengetahuanmu”

“Appa juga sangat berharap bukan dia, oleh karena itu appa tidak mengatakannya dulu padamu. Tapi ternyata….”

“Appa”

“Ne…”

“Tolong katakan padaku kalau ini hanya mimpi, aku mohon appa. Aku mohon” aku bersujud di hadapannya.

Appa tidak menjawab, dia hanya menangis dan memelukku.

“Kenapa harus dia appa? Kenapa harus Victoriaku? Kenapa bukan orang lain?”

Air mataku tidak bisa aku bendung lagi, pertahananku lumpuh. Aku menangis sejadi-jadinya dalam pelukan appa.

“Maafkan appa, nak. Maafkan appa”

***

Selama aku hidup, appa tidak pernah meminta sesuatu padaku. Hanya di hari itulah dia akhirnya meminta sesuatu. Meminta aku untuk melakukan sesuatu untuknya.

“Demi Victoria, appa mohon tinggalkan dia. Kita menghilang saja dari kehidupannya. Appa tidak akan sanggup melihat kesedihannya jika dia tahu tentang hal ini. Kita biarkan dia bahagia dengan kehidupan baru yang akan dia jalani nanti. Kita jangan menganggu kehidupannya lagi”

Saat itu aku menolak keras permintaan appa, walau bagaimanapun aku rasa Victoria juga memiliki hak untuk tahu tentang hal itu. Tapi ada satu perkataan appa yang membuatku akhirnya berfikir dan menyetujui untuk memenuhi permintaannya.

“Sebenarnya selama kau menjalin hubungan dengan Victoria, appa sering melihat kemiripan dari dirinya dengan eomma mu, nak. Dia benar-benar mirip sekali dengan almarhum eomma mu. Kau tahu eomma mu dulu meninggal karena bunuh diri. Karena dia tidak sanggup menahan sedih kehilangan adikmu. Appa hanya takut, Victoria akan melakukan hal yang sama seperti eomma mu. Lebih baik kita yang meninggalkan dia daripada dia yang pergi meninggalkan kita. Kau mengerti maksud appa, kan?”

Memang tidak ada pilihan yang baik dari masalah ini, tapi mau tidak mau aku harus mengambil keputusan yang mungkin itu jauh lebih baik. Setidaknya, itu baik untuk Victoria. Appa benar, jika kami memberitahu masalah ini padanya, dia pasti akan terguncang dan pergi meninggalkan kami. Sama seperti apa yang di lakukan eomma. Jadi, keputusan yang aku ambil pada akhirnya adalah kami yang pergi meninggalkannya.

***

“Khun-ah?” aku mendengar seseorang memanggilku dari belakang.

“Sepertinya aku kenal suaranya” gumamku.

“Khun-ah?” suara itu tepat berada di dekatku sekarang. “Akhirnya aku menemukanmu” orang itu menatapku nanar.

“Victoria” ucapku sesantai mungkin.

Tidak ada kata yang terucap setelah itu di antara kami, hanya kedua pasang mata yang saling menatap yang menyembunyikan arti masing-masing di baliknya.

“Beruntung Tuhan masih mempertemukan kita, sekarang aku ingin menagih alasan padamu” suaranya setajam tatapan matanya padaku.

“Alasan apa?”

“Gila, dua tahun kita tidak bertemu. Dua tahun kau pergi meninggalkan aku. Dua tahun pula kau membuatku tersiksa karena menunggumu, tapi sekarang saat kita bertemu kau bersikap seolah kau tidak melakukan apa-apa padaku? Hebat sekali aktingmu Nichkhun Buck Horvejkul”

Selama ini aku tidak pernah melihat Victoria marah, tidak pernah melihat tatapan matanya yang tajam, tidak pernah mendengar dia memanggil nama panjangku. Tapi saat ini, aku seperti melihat dirinya yang lain. Dan aku tahu semua itu karena apa dan karena siapa.

“Jika sebuah pelukan itu tidak akan menjadi sebuah dosa, aku ingin sekali memelukmu sekarang Vic. Dan membisikkan di telingamu kalau aku…sangat sangat merindukanmu”

“Kenapa kau diam, huh? Kau benar-benar terlihat seperti seorang pengecut, Khun. Katakan sesuatu padaku sekarang, ke mana saja kau selama ini? Dan kau harus mengatakan padaku, apa alasanmu meninggalkanku dua tahun lalu?”

“Aku memang seorang pengecut, pengecut yang mencintai seorang wanita yang ternyata dia adalah adik kandungku sendiri, Vic. Jika kau tahu tentang hal ini, mungkinkah kau masih mengijinkan aku untuk terus mencintaimu? Dan akankah kau masih akan tetap mencintaiku?”

“Nichkhun?” suaranya mulai meninggi, air mata mulai membasahi kedua matanya.

“Cepat katakan sesuatu, jangan membuatku gila”

“Maafkan aku, tapi aku harus pergi sekarang. Permisi” aku berlalu dari hadapannya.

“Nichkhun Buck Horvejkul, bagaimana mungkin kau bisa pergi begitu saja seperti ini, huh? Sampai kapan kau akan membisu seperti itu? Berapa lama lagi kau akan membuatku menunggumu? Sampai kapan kau akan membuatku terluka seperti ini?” aku tahu dia masih berdiri di tempatnya, dia meneriakiku tapi akhirnya suaranya semakin melemah. Dia menangis. Dan aku menghentikan langkahku sekarang.

“Apakah sampai aku benar-benar gila? Atau sampai aku mati? Tolong beritahu aku”

“Maafkan aku, Vic. Benar-benar maaf, tapi ini sudah menjadi janjiku pada appa sebelum dia meninggal 6 bulan lalu. Untuk tidak memberitahu hal ini padamu, sampai kapanpun. Bahkan sampai aku mati, aku tidak boleh mengatakan ini padamu”

“Kenapa kau diam, huh?” dia kembali berteriak.

“Lihat mataku” dia berdiri di hadapanku sekarang dan mengarahkan wajahku untuk melihatnya.

“Jika kau benar-benar tidak ingin mengatakannya padaku, aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi aku hanya ingin bertanya satu hal padamu, apakah hingga detik ini kau masih mencintaiku?”

“……”

“Aku bertanya satu kali lagi, Khun. Apakah di hatimu sekarang, aku masih berarti bagimu?”

“Tuhan, kenapa kenyataan ini benar-benar menyesakkan? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku jawab? Tentu aku masih sangat mencintainya, tapi aku tahu cinta yang aku rasakan untuknya sekarang adalah cinta yang terlarang. Kenapa kau harus mempertemukan aku lagi dengannya? Jika seperti ini, lebih baik aku mati daripada harus berada dalam keadaan seperti sekarang”

“Kau diam? Baiklah aku tahu, kau tidak perlu menjawab pertanyaanku yang bodoh itu lagi. Maafkan aku, seharusnya aku tidak menanyakan hal itu padamu. Aku pergi” dia membalikkan tubuhnya, dengan langkah yang gontai dia pergi meninggalkan aku yang masih berdiri terpaku di tempatku.

JEGERRRRRRR….

Dalam hitungan detik, aku melihat orang-orang berlarian menghampiri sebuah mobil. Yang di mana ada tubuh seseorang sudah terkulai lemah 50 meter di depannya. Sebagian dari mereka mengerumuni tubuh seseorang itu. Darah mengalir dari sekujur tubuhnya. Aku melihatnya tepat 200 meter di depan mataku. Aku masih berdiri di sini, di tempatku. Di tempatku saat dia melangkah pergi meninggalkan aku.

Dan hujan sangat deras tiba-tiba turun. Dalam beberapa detik kemudian, akhirnya aku bisa melihat dengan jelas orang itu. Karena sekarang aku duduk tepat di sampingnya. Seseorang menaruh tubuhnya di pangkuannya. Matanya beradu dengan mataku sekarang, dia menatapku sayu.

“Huj…jan. Kau lihat? Selama dua tahun ini, setiap kali hujan turun, ak..ku selalu merindukanmu dan ak..ku selalu menunggumu kemb..bali. Sekarang, kau benar-benar kembali. Aku bisa meli..hatmu lagi. Ta..pi sebelum ak..ku mat..ti. Aku ingin mengata..kan ini padamu. Ak…ku sang…ngat sangat mencintai…mu, Khun-ah. Ingat..lah itu, arasseo?” suaranya terbata-bata dan yang terakhir aku lihat darinya, dia tersenyum manis padaku. Sebelum akhirnya matanya tertutup, untuk selamanya.

***

Aku akan menepati janjiku padamu, appa. Hingga aku mati, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya pada Victoria kalau ternyata aku dan dia adalah saudara kandung. Dia sudah bersamamu dan juga eomma sekarang, tunggulah aku. Sekarang, aku juga akan menyusul kalian.

Tuhan, maafkan aku karena aku melawan takdir-Mu. Aku menawar kematianku lebih awal. Aku rasa tidak ada gunanya aku hidup, sementara orang-orang yang aku cintai sudah berada di sisi-Mu sekarang. Tapi bolehkah aku meminta sesuatu padamu? Hanya satu permintaan saja. Kelak, di kehidupan mendatang, tolong jangan ciptakan aku sebagai kakak untuk Victoria. Tapi ciptakan aku sebagai seorang pria yang akan mencintainya dan menjaganya sebagai seorang wanita yang sesungguhnya. Hanya itu.

Dan untukmu, Vic. Aku tahu tanpa aku harus menjawab pertanyaanmu, kau sudah tahu jawabannya. Dari mataku, aku yakin kau tahu kalau aku masih sangat mencintaimu. Dan ya, aku sangat mencintaimu, sampai kapanpun. Jika kelak kita bertemu di kehidupan mendatang dan kau tidak di ciptakan sebagai saudara kandungku, aku akan selalu mencintaimu bahkan untuk seribu tahun kemudian pun aku akan tetap mencintaimu.

~ END ~

Gimana kah Sequelnya???Mian yah kalo misalnya gx bagus, hikz…tapi tetep di tunggu komentarnya lho, karna itu berarti banget buat author, hehe…Gomawo buat yang uda baca..^^

25 thoughts on “A Thousand Years ( Sequel of Missing You in The Rain )

  1. annyeong,,,
    slam kenal,,,:-D
    ff nya keren,,,krain khun appa ninggalin vic eomma krna skit & wktu hdupnya gak lma lg,,,:-(
    eh ternyata mlah kyak gni,,:'(

    dtunggu ff yg lainya yah min,,;-)

  2. huaaaaaaaa… nyesek..
    jgn bkin yg sedih2 dong kak
    tpi emng sih slma liat wgm mreka itu bhagia trus mgkn dngn ff ini jd ada prbedaan klo ngeliat kv sdih2an gtu
    ditnggu ff slnjutnya yg happy ending dong kak

  3. Hello! Still remember me? New visitoe nih, kekeke~
    Suka, tapi sedih banget nichkhun harus ninggalin victoria tanpa bosa ksh tau alasannya ke victoria. Pasti victoria udah negative thinking aja itu, padahal dia ga tau perjuangan nichkhun utk ngejauhin dia kaya gimana😦

    Apa ada sequel selanjutnya? ^^

  4. Bguz bgt ff’a..
    Sedih deh khun appa ma vic umma ga brstu..
    Huhuhuhu… ;(
    tp kren kok thor.
    Aku sukaa,, aku sukaa,,

    Mian bru comment skrang.
    D tunggu krya” yg laenx y thor.😉

    oiya smpe lpa, slam knal y q readers bru ni..:)

  5. ff nya sumpah nyesek banget, sampe nangis di depan laptop kaya orang paboo!! btw.. di tunggu kelanjutanya thor ^^

  6. KERENNN..!!!
    maaf baru nemu blog-mu hari ini.. keinget khuntoria pas wgm-an trs nyari youtube dan ff-nya..
    btw, buat lg yaa ff khuntoria-nya.. mau sad ending / happy ending sih gak masalah..

DON'T be SIDER PLEASE....Your Comment is My Oxygen...^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s